PEDULI MASYARAKAT TIDAK MAMPU YANG MEMBUTUHKAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA DAN NAPZA RSJ MUTIARA SUKMA BUKA PELUANG KERJASAMA DENGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT 

Mataram. Beberapa tahun ini RSJ Mutiara Sukma membuka peluang kerjasama dengan Seluruh Kota/Kabupaten di wilayah Provinsi NTB dalam pelayanan Kesehatan Jiwa dan NAPZA bagi Masyarakat yang Kurang Mampu yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan Jiwa kepada seluruh masyarakat di kota/kabupaten yang ada di NTB tanpa terkecuali. 

Senin, 19 Oktober 2020 Tim Perjanjian Kerjasama RSJ Mutiara Sukma yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim, Kepala bagian Tata Usaha, H Yahya Ulumuddin, S.Kep., Ns dan Sekretaris Tim, Kepala Subbag Umum Kepegawaian dan Kerumahtanggan, Julastri Rondonuwu, SKM., MPH serta anggota Tim, Ka. Urusan Umum, Mujiasih, SKM berkunjung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, yang pada kesempatan ini bertemu langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, Bpk. H. Tuwuh, S.AP didampingi jajaran dibawahnya.

Pada kesempatan ini H. Yahya menyampaikan data masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat yang mungkin masih membutuhkan layanan Kesehatan Jiwa serta dan NAPZA dan juga data pasung tahun sebelumnya. Atas dasar tersebut diharapkan Kabupaten Sumbawa Barat dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat bsa mengakomodir pembiayaan terkait layanan kesehatan jiwa dan NAPZA yang mungkin dibutuhkan oleh masyarakat tidak mampu di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Atas dasar data yang ada ini kami menawarkan perjanjian kerjasama tentang layanan kesehatan jiwa dan NAPZA bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat yang membutuhkan layanan tersebut”, pungkas H. Yahya dalam pertemuan yang dihadiri langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat tersebut.

“Saya juga setuju itu, untuk masyarakat tidak mampu semua biaya pertanggungan kesehatan seharusnya memang dibiayai pemerintah dengan layanan kelas III, insaaAllah Kami akan upayakan untuk anggarannya di tahun depan”, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat memberi penjelasan. (HUMAS RSJMS)