Mataram – Melanjutkan kegiatan rapat pembahasan Manajemen Risiko yang digelar kemarin, RS Mutiara Sukma kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui kegiatan apel pagi yang berlangsung di halaman rumah sakit, Selasa (30/09).
Dalam apel ini, salah satu Anggota Dewan Pengawas RS Mutiara Sukma, Bowo Susatyo, S.Sos., MT hadir secara langsung untuk memberikan arahan sekaligus sosialisasi terkait penerapan manajemen risiko. Kehadiran Dewas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya penguatan budaya mutu dan keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.
Bowo menyampaikan bahwa manajemen risiko merupakan instrumen penting dalam mencegah potensi masalah serta menjaga keberlangsungan pelayanan yang berkualitas. Ia menekankan agar seluruh pegawai memahami, mengimplementasikan, dan mengawasi pelaksanaan manajemen risiko sesuai bidang tugas masing-masing.
"Kita harus melibatkan semua elemen yang ada di rumah sakit. Masing-masing individu personil punya tanggung jawab untuk melakukan awareness atau kewaspadaan terhadap resiko yang akan di hadapi di unit kerjanya masing-masing. Nah ke semua resiko unit ini menjadi resiko Rumah Sakit Jiwa Mutiara sukma” Tegas Anggota Dewas ini.
Kegiatan apel pagi ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas unit, sehingga implementasi manajemen risiko tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja di RS Mutiara Sukma.