NON PNS RSJ MUTIARA SUKMA TERLINDUNGI BPJAMSOSTEK

Mataram –RSJ Mutiara Sukma dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang NTB menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pegawwai Non PNS di RSJ Mutiara Sukma, 23/07/2020.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Utama RSJ Mutiara Sukma dan dihadiri oleh Direktur beserta seluruh jajaran Pejabat Struktural di Lingkup RSJ Mutiara Sukma, Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang NTB dan perwakilan Tenaga Non PNS di RSJ Mutiara Sukma.

Penandatanganan PKS ini dilakukan langsung oleh Direktur RSJ Mutiara Sukma Dr. Evi Kustini Somawijaya, MM dan Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang NTB Adventus Edison Souhuwat.

“Ini adalah bentuk atensi manajemen RSJ Mutiara Sukma kepada seluruh tenaga Non PNS agar mereka terlindungi, sehingga dengan begitu mereka bisa bekerja dengan lebih baik lagi” kata penutup pada sambutan Direktur RSJ Mutiara Sukma pada kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepada RSJ Mutiara Sukma yang memperhatikan para pekerja terutama pegawai Non PNS dengan mendaftarkan ke BPJAMSOSTEK,” kata Adventus.

Adventus menambahkan sesuai dengan amanah Undang-Undang, BPJAMSOSTEK mendapat mandatory untuk memastikan seluruh pekerja di sektor apapun untuk mendapat perlindungan dari program-program yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK.

“RSJ Mutiara Sukma patut menjadi contoh bagi setiap instansi/lembaga yang mempunyai pegawai non PNS, untuk mendaftarkan pegawainya agar mendapat perlindungan dari BPJAMSOSTEK,” ucapnya.

Resiko pada pekerja sangat mungkin terjadi, dalam hal ini pihak perusahaan dan pekerja tidak perlu khawatir jika suatu saat nanti resiko itu terjadi, BPJAMSOSTEK hadir untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja.

“Tentunya kami berharap resiko-resiko tidak dialami oleh para pekerja tetapi jika resiko itu terjadi, kami siap membantu pekerja untuk mendapatkan hak-hak nya sebagai pekerja,” sambungnya

Sebanyak 195 tenaga kerja baik dokter, perawat, admin, cleaning service, maupun petugas keamanan akan didaftarkan untuk 2 program yaitu Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), iuran per bulan yang akan dibayarkan hanya Rp 11ribu/bulan/orang.

Seperti diketahui, manfaat yang didapatkan untuk program Jaminan Kematian dari yang semula Rp 24juta naik menjadi Rp 42juta dengan rincian santunan kematian dari Rp 16,2juta menjadi Rp 20juta, santunan berkala dari Rp 4,8juta menjadi Rp 12juta dan biaya pemakaman dari Rp 3juta menjadi Rp 10juta.

Beasiswa dari yang semula Rp 12juta menjadi Rp 174juta dengan rincian jenjang TK sampai SD Rp 1,5juta/tahun/anak, jenjang SMP Rp 2juta/tahun/anak, jenjang SMA Rp 3juta/tahun/anak dan Perguruan Tinggi Rp 12juta/tahun/anak. (HUMAS RSJMS)